“ditepian kota itu (p)enak”

10 November 2014

Nuntun Sepeda di Cino Mati

Nuntun sepeda?kedengarannya lucu, sepeda itu untuk dinaiki bukan untuk dituntun, tapi ya seperti itulah kenyataannya. Sabtu, 8 November 2014 kekonyolan nuntun sepeda itu terjadi, dilihat banyak orang bersepeda motor yang melancang sambil melirik dengan senyum seolah menertawakan. Kalau mereka ngomong, pasti bakalan ngomong “.. kurang gawean koe mas, nuntun pit lewat cino mati, hehe “
Ya..cino mati, tanjakan curam di rute wonolelo-dlingo. Cino mati adalah sebutan jalur alternative pleret-dlingo yang membelah pegunungan. Bagi sebagian orang yang berdomisili di dlingo, rute ini dianggap lebih menghemat waktu tempuh daripada lewat imogiri ataupun lewat jalan wonosari. Lantas kemana tujuannya kok pake nuntun sepeda melewati cino mati segala?emm…ke hutan pinus, mencari dinosaurus hehe.
Nah tujuannya adalah hutan pinus ini hehe
Hanya berdua, layaknya koyo wong pacaran, eh tapi nggak nding, hehe bersama bestson kami menyusuri jalur wonolelo sampai ke dlingo. Cukup dadakan persiapan ini, jumat siang baru merencanakan gowes mancal, malamnya pun baru fik ke hutan pinus, dan sabtu jam 6 rencana ketemuan di selatan terminal giwangan. Karena dadakan, checking sepeda luput dari pemeriksaan dan ban sepeda bestson pun gembos dan harus nunggu bengkel sepeda buka di pagi harinya untuk mengisi angin. Rencana ngumpul jam 6 pun molor. Tempat pun juga ikut berubah, awalnya di selatan terminal, tapi karena terlalu semangatnya atau apa, bestson malah sampai ke perempatan jejeran (perempatan bangjo selatan ringroad jalan imogiri timur), lebih tepatnya ketemuan akhirnya didepan kantor pos kecamatan pleret (perempatan tadi ke timur). Awalnya saya ngetem di sekitar terminal giwangan tapi berhubung situasi berubah, akhirnya saya nyusul bestson ke kantor pos kecamatan pleret. Berawal dari kantor pos ini, perjalanan diarahkan ke selatan, menyusuri desa wonokromo, bawuran dan ke wonolelo.
tanjakan pertama, pakae motor pun harus digas pol
Awalnya tanjakan demi tanjakan, tikungan bisa terlewati, tapi sampai ditanjakan ini, duh duh..rasane kemepyar, nuntun pun tak terhindarkan lagi. Saat instirahat di tanjakan ini pun melihat lalu lalang motor yang naik, terdengar suara aungan mesin motor yang berusaha melewati tanjakan ini. Bisa dibayangkan, tanjakannya?hehe..
nah dititik istirahat ditemui botol seperti ini, bisa di simpulkan?hehe
Tanjakan demi tanjakan terlewati, kadang nuntun kadang juga dikayuh, nuntun itu manusiawi kok, hehe… Sampai pada tanjakan terakhir, rehat sebentar sembari meluruskan urat syarat kempol yang sedikit terasa “makjegagik” hehe. Kalau diturut rute ini, nanti akan sampai didaerah dlingo, tepatnya di perempatan ringin besar, kalau ke kanan kearah imogiri/pinus, kalau lurus ke arah dlingo dan kalau ke kiri kearah pathuk. Kami arahkan belok kanan, karena tujuan kami adalah ke hutan pinus. 
tanjakan terakhir, leren sik, ngluruske kempol hehe
Di tengah perjalanan, tepatnya di pertigaan kami mampir ke warung, beli penganjal perut terlebih dahulu, belum sarapan hehe.. Ada yang istimewa di warung ini, es dawet yang dijajakan seharga 500 rupiah ini rasanya maknyust, gula jawa dengan sedikit rasa kopi, hehe..
es dawet rasa GoodDa* katanya bestson 
Dari pertigaan tadi kami mengambil arah kanan, kurang lebih 200 meter dari warung tadi hamparan hutan pinus pun telah tertata rapi. Yeeah akhirnya sampai juga.. 
eksis sik, dengan seadanya
kata dia, seolah olah foto dieropa.,,wusss
Hampir satu jam kami berpose dan memanjakan boyok untuk tiduran disini, setelah itu kami pun pulang. Rute perjalanan pulang adalah melewati pathuk, jalan wonosari. Ada hal yang seolah membuat kami bernoslagia ke masa kecil dulu, yaitu menemui jajanan pasar saat kami berhenti di warung untuk membeli bekal air. Apakah naman jajanan ini?saya pun lupa :D
nah ini jajanan sewaktu kecil dulu, lupa namanya apa
kalau dibuka bentuknya seperti ini
Bagi saya bersepeda itu bukan keharusan ataupun keterpaksaan. Bersepeda adalah sebuah kenyamanan dimana sarana untuk menghibur diri dan berolahraga.
nyaman adalah apa yang kita lakukan karena diri kita, bukan karena ikut-ikutan :D
Kita mempunyai cara sendiri-sendiri untuk menghibur diri kita masing masing, yang lagi suka naik gunung juga banyak, tapi saya nyaman dengan hal yang seperti ini.



4 comments:

  1. EDIYAN! Nanjak (eh nuntun dink) Cinomati sambil nge-bir dan nge-vodka emang jos markotop! XD

    Itu kue hunkwe bukan sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngebir ben ra mabuk gara gara nanjak :v
      kui mbuh kue opo mas, lali jenenge, sing jelas kui ki koyo agar-ager atau jely ngono, neng yo udu jely po ager ager, nah we pie kui haha

      Delete
  2. wah iri mas aku, jaman semono le tkan pinus lewat cino mati, aku liwat cino mati y gara2 kesasar hahaha, tkan pinus wis dadi macem2 pinuse, ra koyo mbiyen hmmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. positip e akeh pilihan spot jika nyepeda ke pinus mas, tapi efek e kita nggak bisa leluasa mlebu pake sepeda hehe

      Delete

Copyright © #ndesolicious | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com