“ditepian kota itu (p)enak”

4 January 2015

Sepercik Air di Curug Piyungan

Piyungan?apa mungkin di daerah ini ada curug/air terjun?dilihat dari daerahnya yang kontournya berupa pegunungan, kemungkinan saja dibeberapa tempat ada meskipun air terjun yang hanya musiman. Seperti contoh di daerah kaligathuk yang saat ditemui di perjalanan ketika sedang melakukan genjot wonolelo-piyungan.
Piyungan terdiri dari 3 desa yaitu Sitimulyo, Srimulyo dan Srimartani. Kalau yang saya temui di kaligatuk tadi masuk teritorial Srimulyo, lumayan jauh dari koordinat rumah saya, pantas kalau kurang paham. Nah kalau yang membuat saya penasaran adalah curug di Dusun Banyakan Desa Sitimulyo. Dusun tersebut hanya berjarak kurang lebih 2 kilometer dari domisili tempat tinggal saya, yaitu di Dusun Pagergunung. Awalnya saya tahu dari sesama anggota Karang Taruna Sitimulyo yang kebetulan rumahnya juga di Dusun Banyakan. Berhubung dia bilang air terjun musiman, pikirku tak semenarik air terjun regular biasanya yang ada airnya setiap saat.
Curug bertingkat Toundo
Nah yang membuat saya terkejut adalah ketika akun instagram @maspeot yang domisilinya tak jauh dari Dusun Banyakan, mensen saya lewat sebuah fotonya, memberitahukan bahwa ada air terjun disekitar saya kok ndak diekplore mas.
Upload foto dari akun isntagram mas @maspeot
Berawal dari foto upload via instagram tersebut, rasa penasaranku mulai memuncak. Selasa 30 Desember, dipenghujung tahun 2014 bersama Ipan dan si bolang kecil Bima kami mencoba mencari tahu fenomena alam musiman tersebut. Praktis, hanya sekitar 10 menitan dengan motor kami sampai di bawah curug tersebut. "Kok nggak pakai sepeda mas?" nganu..berangkatnya saja sudah jam 5 sore, ngirit waktu hehe..
Sepercik air yang jatuh disaat musim penghujan
Abot juga nggendhong bocah iki
Bima si bolang dadakan, katanya air mancur
Curug tersebut diberi nama Curug Toundo, lebih tepatnya di daerah mah abang Banyakan. Piyungan beberapa tahun kedepan akan ramai dengan lalu lalang perekonomian akibat dibangunnya beberapa kawasan industri yang telah sampai pada proses pengerukan lahan. Mungkin banyak yang kontra dengan situasi ini, tapi apalah daya, suara rakyat kecil kini terpinggirkan. Hidup dipinggiran kota itu memberikan kenyamanan dan kentrentraman yang mungkin akan terkikis seiring menjulangnya pabrik-pabrik dikawasan industri piyungan.
Sebenernya Piyungan berpotensi untuk dijadikan tempat wisata. Seperti halnya Bukit Mbucu yang berada di perbatasan Sitimulyo dan Srimulyo. Saat pergantian tahun baru kemarin, spot ini lumayan ramai, padahal beberapa tahun sebelumnya masih sepi. Penasaran dengan Mbucu?simak cerita selanjutnya di Menunggu Bergantinya Waktu di Bukit Mbucu.
Semoga curug Toundo dan Mbucu tetaplah bersih dan alami, memang dengan gaya anak muda sekarang yang gemar berpiknik membuat beberapa tempat wisata di ekplore besar-besaran. Hasilnya adalah kebersihan yang tak dijaga oleh pengunjungnya, ya memang setiap orang kesadaran itu masih kurang. Mulailah dari diri kita, tularkan ke rombongan kita.

8 comments:

  1. Apik iki, sesuk tak parani.

    BTW, wis kpengen momong anak po bro? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kidul omahku kui mungan lek haha..nek bingung tak kancani, sekalian munggah mbucu :v

      momong ponakan kui, nggendong we rung kuat po meneh meh momong anak haha

      Delete
  2. waiki perlu adanya pemuda pelopor pecinta alam desa (pepe-pala-des). Supaya iso ngontrol keadaan alam oleh warga desanya sendiri dan sopo reti iso ngembangke wisata minat khusus di Desa, sak retiku sitimulyo rung duwe. usulke wae kerjasama Desa karo nggonku www.dukuhinstitute.com . anji

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenere koyo mbucu wes pernah diangkat dalam suatu diskusi karangtaruna desa, tapi mentah karena bukan menjadi concern pemdes jarene. Pemdes situmulyo belum melirik potensi alam dan malah Srimulyo yang sedang gencar-gencarnya promosi tempat tersebut.

      Delete
  3. wah keren sekali, maaf mas ini alamat lokasinya dimana ya mas? kira kira untuk bulan ini airnya ngalir nggak mas? mohon informasinya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. alamatnya di dusun banyakan, sitimulyo, piyungan, bantul. Untuk aksesnya bisa lewat jalan wonosari, perempatan kidsfun keselatan (belok kanan) kalau dari arah jogja. Nanti ke selatan terus, melewati jembatan cabang dua lurus saja, sampai menemui GOR kanan jalan, nah setelah GOR tersebut ada tikungan, pelan-pelan saja, di depan tikungan tersebut ada gang masuk (ada tulisannya alumunium kaca) nah itu masuk saja. oya sekarang sudah dibikin papan petunjuk kok mas dari pinggir jalan dekan tikungan tadi. Kalau sekarang sih tergantung hujan mas, kalau tidak hujan ya tidak ada airnya, biar tidak kecewa, kalau mau kesana pas setelah hujan saja, biar debit airnya tidak mengecewakan. thanks telahberkunjung :)

      Delete
  4. Rumah temen saya di deket jembatan cabang dua itu yg cat warna ijo. Kok dia ga tau ya kalo ada air terjun itu??
    Brarti kalo seperti hari ini ga ada air nya ya mas yg mengalir dari air terjun itu. Pengen kesana....rumah saya di daerah mojosari utara wiyoro...
    Thanks....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa mas temen anda namanya? ada tapi debit airnya kurang banyak mas, biar nggak kecewa dan kelihatan bagus mending kesana waktu setelah hujan saja, karena grojogan tersebut hanya berupa aliran sungai kecil yang hanya ada airnya saat musim penghujan. Tapi ya monggo disurvey dulu saja :)

      Delete

Copyright © #ndesolicious | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com